bassnations

Panduan praktis layanan publik, dokumen, otomotif, dan tips Android

Cara Cek IMEI HP Terdaftar atau Tidak Sebelum Beli, dan Apa Artinya Kalau Ternyata Ilegal

Cara Cek IMEI HP Terdaftar atau Tidak Sebelum Beli, dan Apa Artinya Kalau Ternyata Ilegal

Kalau kamu beli HP bekas atau HP dari luar negeri, satu pengecekan yang wajib dilakukan sebelum uang berpindah tangan adalah cek status IMEI-nya. Alasannya sederhana: HP dengan IMEI yang gak terdaftar gak bakal bisa dapet sinyal dari operator seluler Indonesia. Wi-Fi jalan, aplikasi jalan, tapi buat telepon, SMS, dan data seluler — mati.

Dan HP yang gak bisa dipasangi kartu SIM itu, buat mayoritas orang, cuma tablet kecil yang kemahalan.

Apa itu IMEI

IMEI (International Mobile Equipment Identity) itu nomor identitas unik 15 digit yang nempel di tiap perangkat seluler. Satu perangkat satu IMEI; HP dua kartu punya dua IMEI.

Indonesia menerapkan pengendalian IMEI: perangkat yang masuk secara resmi terdaftar di basis data, dan yang gak terdaftar layanan selulernya diblokir. Tujuannya mengendalikan peredaran perangkat ilegal dan penghindaran pajak impor.

Implikasinya buat pembeli: HP murah dari jalur gak resmi itu murah karena ada risikonya, dan risikonya ditanggung kamu.

Cara nemuin nomor IMEI

Beberapa cara, urut dari yang paling praktis:

Lewat panggilan. Ketik *#06# di aplikasi telepon. Nomor IMEI langsung muncul tanpa perlu tekan panggil. Ini cara tercepat dan jalan hampir di semua perangkat.

Lewat pengaturan. Buka Pengaturan, cari menu Tentang Ponsel atau Tentang Perangkat, lalu lihat bagian status atau informasi IMEI.

Di kotak kemasan. Biasanya tercetak di stiker sisi kotak, bareng nomor seri.

Di bodi perangkat. Sebagian model mencetaknya di baki kartu SIM atau di bagian belakang.

Penting: cocokkan ketiganya — yang muncul dari *#06#, yang di kotak, dan yang di bodi. Kalau ada yang beda, itu tanda serius. Bisa berarti perangkatnya bukan yang asli dari kotak itu, atau ada komponen yang diganti.

Cara cek status pendaftarannya

Pengecekan dilakukan lewat kanal resmi pemerintah. Cara paling aman: cari layanan pengecekan IMEI di situs resmi kementerian yang menangani perindustrian atau bea cukai, lalu masukkan nomor IMEI-nya di sana.

Yang perlu diwaspadai: beredar banyak situs pihak ketiga yang ngaku bisa cek IMEI. Sebagian cuma mengumpulkan data, sebagian nampilin hasil yang gak akurat, dan sebagian minta bayaran buat sesuatu yang sebenarnya gratis. Gunakan hanya kanal resmi, dan jangan pernah bayar buat pengecekan ini.

Cara verifikasi paling meyakinkan justru yang paling sederhana: bawa kartu SIM aktif milikmu sendiri, pasang ke HP itu di tempat, dan pastikan dapat sinyal serta bisa dipakai telepon dan data. Kalau sinyalnya masuk dan bisa dipakai, IMEI-nya terdaftar. Tes ini gak bisa dibantah, gak butuh situs mana pun, dan cuma makan waktu satu menit.

Yang wajib dicek waktu beli HP bekas

Di luar IMEI, sekalian periksa:

Akun perangkat udah dikeluarkan. Ini yang paling sering bikin masalah setelah transaksi. HP yang masih tertaut akun pemilik lama gak bisa dipakai orang lain setelah disetel ulang — statusnya terkunci. Pastikan penjual mengeluarkan akunnya di depanmu, lalu lakukan setel ulang pabrik dan setup ulang sebagai perangkat baru, juga di depannya.

Kondisi baterai. Cek informasi kesehatan baterai kalau perangkatnya menyediakan, atau perhatikan seberapa cepat dayanya turun waktu dipakai. Baterai yang udah menurun juga salah satu penyebab HP terasa lemot.

Semua tombol dan port. Volume, daya, port pengisian, jack audio kalau ada.

Kamera depan dan belakang, semua lensa, plus perekaman video.

Layar. Tampilkan gambar putih polos dan hitam polos layar penuh buat nemuin piksel mati atau noda.

Jaringan dan konektivitas. Sinyal seluler, Wi-Fi, Bluetooth, GPS.

Fisik. Bekas bongkar di sekitar rangka, sekrup yang gak rata, lem yang gak rapi — tanda perangkat pernah dibuka.

Kalau terlanjur beli dan IMEI-nya gak terdaftar

Jujur aja: pilihannya terbatas dan gak ada yang menyenangkan.

Hubungi penjualnya dulu. Kalau belinya di toko atau lokapasar dengan perlindungan pembeli, ajukan pengembalian secepatnya. Ini jalur dengan peluang terbaik, dan peluangnya menurun tiap hari yang lewat.

Cek apakah kamu masih masuk jendela pendaftaran resmi. Buat perangkat yang dibawa sendiri dari luar negeri, Bea Cukai punya mekanisme registrasi IMEI dengan ketentuan berikut:

  • Batas waktu 60 hari terhitung sejak tanggal kedatanganmu di Indonesia. Lewat dari itu, pendaftaran ditolak dan perangkatnya diblokir permanen
  • Maksimal 2 unit perangkat per penumpang
  • Pembebasan nilai pabean USD 500 per penumpang kalau kamu daftar langsung di posko Bea Cukai di terminal kedatangan internasional. Kalau harga HP-nya di bawah USD 500, bebas pungutan; kalau di atas, yang kena hitung cuma selisihnya

Poin terakhir itu alasan kuat buat mendaftar langsung di bandara begitu mendarat, bukan ditunda. Pendaftaran belakangan lewat kantor Bea Cukai tetap bisa selama masih dalam 60 hari, tapi fasilitas pembebasan USD 500-nya melekat pada pendaftaran di terminal kedatangan.

Kalau HP-mu dibeli dari orang lain di dalam negeri dan bukan kamu yang membawanya masuk, mekanisme ini tidak berlaku buatmu — jendela 60 harinya terhitung dari kedatangan orang yang membawanya, dan kemungkinan besar sudah lewat.

Jangan percaya jasa "unlock IMEI". Ini penipuan yang menyasar orang yang lagi panik. Gak ada pihak swasta yang bisa mendaftarkan IMEI ke basis data pemerintah. Yang mereka tawarkan biasanya cuma mengganti nomor IMEI di perangkat — yang selain gak menyelesaikan masalah, juga bermasalah secara hukum.

Cara menghindari sejak awal

  • Beli dari penjual resmi atau toko yang punya reputasi dan bisa dimintai pertanggungjawaban
  • Curigai harga yang jauh di bawah pasaran. Selisih yang terlalu besar itu ada sebabnya, dan sebabnya jarang menguntungkan pembeli
  • Selalu tes kartu SIM di tempat sebelum bayar. Ini satu langkah yang menyelesaikan hampir semua risiko
  • Minta struk atau nota dengan nomor IMEI tertulis di dalamnya
  • Simpan kotaknya. Berguna buat garansi dan buat waktu kamu jual lagi
  • Hati-hati sama istilah "garansi distributor" — pastikan siapa yang menanggung, di mana lokasi servisnya, dan berapa lama

Catat IMEI HP-mu sekarang

Terakhir, hal kecil yang berguna: catat nomor IMEI HP yang kamu pakai sekarang dan simpan di tempat yang gak ada di HP itu — catatan di email, atau tulis di kertas yang disimpan di rumah.

Kalau HP-mu hilang atau dicuri, nomor IMEI itu yang diminta waktu kamu lapor polisi dan waktu mengurus pemblokiran ke operator. Nyari nomor IMEI setelah perangkatnya hilang itu jauh lebih repot daripada mencatatnya sekarang, yang cuma butuh dua menit.